Category Archives: Budaya

Kiamat Sudah Dekat

Mungkin semenjak zaman meme, kita makin sering melihat kredo “the end is near” alias kiamat sudah dekat. Dituliskan dalam secarik kertas yang dibawa Homer Simpson. Biasanya ditujukan untuk mengejek sebuah kondisi yang sama sekali tidak lazim dan tidak pernah disangka … Continue reading

Posted in Agama, Budaya, Pemikiran, Politik | 1 Comment

Apeiron

Tak akan pernah usai Tak ada yang akan usai Manusia,manusia Serigala,serigala Bunga, bendera, kepala Pahala dan dosa.

Posted in Budaya, Pemikiran, Puisi, Uncategorized | Leave a comment

Pemimpin, Perlukah?.

Buat sebagian pecinta film horror, pasti pernah menonton beberapa film yang bertemakan kesurupan (exorcism). Pola yang umum adalah roh jahat memasuki seseorang, lalu mulai membuat sengsara hidip orang itu (medium) dan keluarganya. Si medium diterbangkan, dibuat sakit dan berteriak-teriak kepada … Continue reading

Posted in Budaya, Ekonomi, Pemikiran, Politik, Sejarah | Tagged , , , , | Leave a comment

Jaman Baru?

Dunia sedang riuh rendah menyambut datangnya jaman baru. Post-Truth mereka menyebutnya. Pasca Kebenaran. Diasosiasikan dengan makin ditinggalkannya cita-cita pencerahan (Barat) ; jarak manusia dengan pola pikir, dan utamanya, upaya pencarian kebenaran secara positivistik. Pola pikir positivistik, atau dikenal dalam manifes … Continue reading

Posted in Budaya, Pemikiran, Politik, Sejarah | Tagged , , , , , | Leave a comment

(Utamanya) Catatan Untuk Diri Sendiri

“Post-truth politics is a political culture in which debate is framed largely by appeals to emotion, disconnected from the details of policy, and by the repeated assertion of talking points to which factual rebuttals are ignored. Post-truth differs from traditional … Continue reading

Posted in Budaya, Pemikiran, Politik, Uncategorized | Leave a comment

Berhala

Bersimpuh kau padanya penuh. Kau angkat tanganmu yang kanan. Berseru “Aku bersaksi!”. Kau injak sandal jepitku yang kumuh. Cubit pinggangku sampai merah. Berbisik “Ikuti aku!”. Aku punya lutut, aku punya tangan kanan. Aku punya sendal jepit, aku punya mulut.

Posted in Agama, Budaya, Jakarta, Pemikiran | Tagged , | Leave a comment

Apa Gunanya Wiji Thukul?.

Kata para filsuf abad 21, zaman ini cocok jika dinamakan zaman post-truth, atau terjemahannya, zaman pasca-kebenaran. Katanya lagi, “kebenaran” sudah kembali menjadi sesuatu yang sangat relatif, penuh subjektivitas, dan tidak bebas nilai. Manusia yang bersimbiosis dengan internet sudah akan terlalu … Continue reading

Posted in Budaya, Film, Politik, Sejarah, Tokoh | Tagged , , | Leave a comment