Saudi 2030 sekarang.

Lagi rame pertemuan Trump dan Raja Salman di Saudi. Waktu di Dubai kemarin saya meeting sama NBD Asset Management (asset management BUMN nya Dubai). Fund managernya si Yong Wei Lee (orang Singapura) cerita bahwa next big thing in financial world adalah ketika Arab Saudi benar-benar membuka diri dan merealisasikan rencana-rencana Saudi 2030. Dia percaya bahwa di waktu yang tidak lama lagi, akan banyak kejutan dari ekonomi Saudi. Kondisi cadangan devisa yang hanya cukup untuk 5 tahun lagi (versi IMF) tentunya membuat Saudi harus gerak lebih cepat.

Pertama, Saudi sudah mulai mengkaji peluang untuk berinvestasi di beberapa negara, terutama di China, dengan jumlah yang besar (sekitar USD 65 Milyar di China). Amerika Serikat menjadi sasaran berikutnya. Potensi return Investasi langsung maupun pasar modal menjadi pilihan utama Saudi untuk menjauhkan diri dari ketergantungan terhadap minyak bumi. Defisit budget Saudi tahun ini saja sebesar USD 53 Milyar.

Kedua, rencana dibukanya gerbang bursa Saudi, yang selama ini cenderung tertutup untuk investor asing. Upaya ini sudah dimulai dengan penerbitan surat utang (sukuk) pada kuartal pertama 2017 oleh pemerintah Saudi sejumlah USD 9  Milyar. Penawaran yang masuk untuk penerbitan ini sejumlah USD 33  Milyar. Total sudah ada USD 13.75 Milyar surat utang dari Saudi yang terjual, dengan menghitung sukuk yang dikeluarkan Islamic Development Bank, DAAR, dan Aramco. Jika tren nya seperti ini, Saudi akan menjadi issuer besar di perdagangan sukuk dunia, bergabung dengan Indonesia dan Malaysia.

Ketiga, rencana IPO 5% saham Aramco, yang konon nilainya akan jauh lebih besar daripada Alibaba (sekitar USD 100 Milyar). Jika Aramco sukses, akan menjadi acuan untuk beberapa perusahaan lain, baik milik pemerintah ataupun milik swasta mengingat jumlah IPO Aramco saja masih sangat jauh dari kebutuhan devisa Saudi sampai mencapai level stabil. Broker-broker dunia dan para investor sudah bersiap membuka cabang di Saudi. Dan jika rencana itu terjadi dan bursa Saudi masuk ke dalam indeks Morgan Stanley (MSCI) untuk negara berkembang, maka makin deras pula aliran dana asing yang masuk ke Saudi.

Keempat, simplifikasi perusahaan-perusahaan milik negara. Saudi berencana melakukan beberapa merger perusahaan besarnya. Upaya pertama adalah dengan rencana merger HSBC Saudi British Bank dengan Allawal Bank. Tren merger ini sedang menjalar di negara-negara yang memiliki kondisi mirip dengan Saudi, seperti sudah dilakukan oleh Abu Dhabi dan Qatar. Merger ini diharap bisa menurunkan biaya perekonomian dan menjadi katalis efisiensi dunia finansial Saudi.

Kelima, menjaring pendapatan lebih besar melalui wisata, green card, umrah, dan haji. Pemerintah Saudi berencana membuat museum tentang perkembangan Islam di Riyadh, sebagai pilot project wisata bagi wisatawan non-muslim di Saudi. Juga memberi akses lebih mudah untuk green card, terutama bagi eksekutif-eksekutif asing perusahaan yang berbasis di Saudi. Lalu upaya peningkatan kapasitas penerimaan jemaah haji hingga mencapai 30 juta jemaah, dari kapasitas sekarang yang hanya mencapai 8 juta jemaah. Peningkatan kapasitas ini dilakukan dengan cara peningkatan kapasitas bandara, akomodasi, transportasi, dan perluasan kawasan haji.

Advertisements

About oomindra

Marketing, antusias terhadap sejarah, musik, dan beberapa hal lain
This entry was posted in Ekonomi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s